About Me

Sebagai seorang pensiunan  pegawai negeri sipil dari Departemen Pekerjaan Umum, saya sekarang tidak lagi pulang pergi kantor atau mengunjungi  ke propinsi-propinsi dalam kaitannya dengan tugas saya sebagai tenaga ahli Perencanaan kota dan Wilayah di bidang Jalan-jalan  Negara  seperti pada waktu bertugas di Dirjen Bina Marga dulu.

Santai saja…….. ngopi, ngopi, ngopi.  Segar…..

KopiiiiiTamat SMA Boedi Oetomo Jakarta, kuliah di ITB jurusan Arsitektur sampai sarjana muda, pindah jurusan Perencanaan Tata kota dan Tata Daerah  sampai sarjana penuh tamat 1974. Seharusnya aku tamat jauh lebih awal, tetapi tidak,  karena aku sempat mengalami sukses kecil-kecilan sebagai mahasiswa pemborong bangunan yang melupakan kuliah. Magister Management /S2 jurusan SDM aku selesaikan di UMJ sambil bekerja.  Pensiun sebagai PNS tahun 1994. Setelah pensiun, menjadi konsultan di Pem. Prov.DKI Jakarta selama 10 tahun sampai dengan tahun 2000. Dan sebagai konsultan ‘free-lance’. sampai tahun 2008

Sejak  2008 sampai dengan  2011 , saya bekerja dirumah, menghadapi laptop setiap hari. Kadang hari Saptu dan Minggu juga terus bekerja.

Akubeneran110913Saya menikmati pekerjaan itu. Rencana kerja,  saya tentukan sendiri  jadwalnya. Istirahat dan tidur pun demikian, Saya sekarang menjadi bos terhadap saya sendiri. Bekerja sesuai dengan rencana saya sendiri. Yang saya kerjakan adalah membuat tulisan untuk beberapa harian  mengenai Jakarta. Tentang perkembangan kotanya,  kemacetan lalu-lintas, daerah banjir, kendaraan umum dll. Suatu tulisan sederhana dilihat dari segi Perencanaan Kota oleh  warga kota yang telah berpuluh tahun tinggal di Jakarta.

Mungkin anda bertanya, apakah tidak kesepian bekerja sendirian begitu. Tidak ada yang diajak bicara, diajak bercanda, diajak diskusi merundingkan permasalahan?

Secara kasat mata  (secara offline) memang tampaknya kesepian. Namun secara online (maya) justru tidak.  Dalam bidang online, saya  berkesempatan banyak sekali membicarakan masalah dalam bidang apapun. Tentu hanya dalam bidang yang saya tahu dan yang sedang saya geluti.  Saya bisa bertanya jawab secara dua arah dalam forum, masuk keanggotaan dalam kegiatan yang saya pilih.  Bisa ngobrol santai mengenang  masa lalu yang lucu-lucu dengan kawan lama. Pendeknya di dunia maya, saya sebagai lansia,  secara fikiran  tidak  kesepian.

Sibuk. Bukan menyibuk-nyibukan diri. Sibuk beneran.  Di online mengiklankan beberapa e-book di beberapa perusahaah iklan. Menulis untuk website dan untuk beberapa koran dan majalah, memasang iklan e-book dari beberapa penulis dimana saya sebagai afiliasinya. Mengirim dan menjawab email. Dan di offline jalan-jalan dengan cucu dan sekali-kali mengantar dan menjemput sekolah mereka. Itulah saya yang sedang terus berusaha menjadi seorang lansia idaman keluarga.

Namun, di tahun 2012, saya berhenti. Berhenti dari membuka laptop. Mulanya karena saya menyiapkan diri untuk aktif lagi di suatu konsultan sesama pensiunan PU. Ada suatu proyek dimana saya akan dijadikan salah satu tenaga ahlinya. Tenaga ahli aktif yang langsung berperan dalam proyek yang sedang dalam taraf tender dan  sudah diupayakan sempurna untuk menjadi pemenangnya. Tentu aku optimis juga dan berbulan-bulan aku mempersiapkan diri untuk itu. Tapi tender kalah, hanya pemenang nomor dua. Perbawa senioritas tak lagi ampuh seperti dulu.

Tapi aku tak boleh kalah . Jangan sampai aku stress seperti yang dialami beberapa kawan seusiaku. Caraku hanya satu. Jangan mengenang masa-masa lalu yang indah-indah dan jangan juga berharap-harap di masa datang yang muluk-muluk. Beradalah pada saat sekarang. Manfaatkan saat ini dengan sebaik-baiknya dengan se efisien mungkin.


Maka, di awal tahun 2013 ini, aku buka kembali laptopku. Terpampang di layar “Lansia Idaman Keluarga”, Itulah nama blog kesayanganku. Dengan motto :Kalau anda berumur 60 tahun, jangan bilang sudah.. tapi baru 60 tahun”. Agar aku tetap merasa muda tetap bersemangat seperti dulu-dulu. Itulah mottoku pada sebelum 2012. Tapi sekarang di tahun 2013 ini,  umurku sudah lebih dari 70 tahun, Rasanya motto itu sudah kurang kena. Setelah kupikir-pikir moto itu kurubah. Kuganti dengan i Mari….. kita menjadi lansia sehat, potensial dan produktif”.

Kurubah juga pola isi dan susunannya. Kalau dulu hanya menitik beratkan  informasi, sekarang ini selain informasi mengenai permasalahan lansia,  ingin mengajak lansia untuk bergerak berproduksi. Menambah gajih pensiun dengan melihat kemungkinan yang ada dalam kegiatan online. Menurut data statistik, penghasilan dari online,  lansia demikian ini semakin  banyak jumlahnya. Alangkah nikmatnya,  seorang pensiunan dengan hanya berbekalkan laptop dan pengetahuan sekedarnya untuk menjalankannya, memperoleh penghasilan dari online jangan banyak-banyak, Rp 2 juta saja sebulan, apalagi kalau lebih. Kan itu berarti suatu solusi finansial yang halal. Bukan begitu teman-teman.

Mulai sekitar akhir tahun lalu dan awal tahun 2016 ini , aku tidak lagi  sibuk membuat laporan  Aku sekarang ingin betul-betul  kerja di rumah dan konsern  ke Online Business. Memang beberapa tahun terakhir ini, aku mencoba berbisnis online di rumah, tapi tak bisa focus.  Kadang aku memilih berangkat ke kantor untuk membantu berbagi  keahlianku yang kusenangi sebagai perencana fisik daerah dan kota.

Sekarang,  hal itu tak bisa lagi menjadi pilihanku, karena  “sharing”ku terdesak oleh tenaga muda yang lebih dinamis dan cepat serta lebih up to date dalam menganalisa, mempertimbangkan serta mengusulkan  berbagai masalah terkait. Itulah kenyataan.  Walaupun misi awal perusahaan adalah membantu  para  lansia pensiunan untuk menambah kekurangannya  disebabkan minimnya gajih pensiun, perusahaan tidak mau menanggung risiko mempekerjakan lansia, sementara yang muda-muda mash banyak yang antri mencari pekerjaan.

Tapi, hal itu semua tidak menyebabkan aku patah semangat. Cita-citaku sebagai “Lansia Idaman Keluarga” tetap kepegang teguh. Aku tidak mau membiarkan diriku sebagai  beban keluarga. Aku tetap ingin berpenghasilan bukan saja hanya dari gajih pensiun, tapi  dari sumber lain yang cukup untuk mensejahterakan diriku,  bahkan untuk ikut mensejahterakan anak cucuku.

Wah, kok jadi serious. Seorang lansia serious boleh-boleh saja tapi jangan terlalu Nanti bisa stress dan cepat pikun.  Ayoo, kita manfaatkan waktu yang tinggal sedikit ini. Jangan biarkan diri ini, diam, tenang menunggu “panggilan”. Saya bermimpikan sebagai seorang lansia yang sehat, potensial dan produktif, dan tinggal di sebuah kota di Indonesia yang seperti kota ini, kotanya para lansia.

Nah, dalam konteks inilah saya akan menseriouskan diri,lebih serius dari beberapa tahun lalu,  untuk menjadi seorang pembisnis online yang berhasil. Insya Allah dengan bantuan teman-teman keinginan saya menjadi “Lansia Idaman Keluarga”  terwujud. Amiin.

 

 

“”

Your Name (required)

Your Email (required)

Subject

Your Message

Comments are closed.